• Home
    • Profil Kami
  • Layanan
  • Jadwal Pelatihan
  • Kumpulan Artikel
  • Hubungi
    • Formulir Pendaftaran
  • Home
    • Profil Kami
  • Layanan
  • Jadwal Pelatihan
  • Kumpulan Artikel
  • Hubungi
    • Formulir Pendaftaran

5 Fakta Kebakaran Gedung Terra Drone – Pelajaran K3 Penting

  • Fajar HSE SKILLUP
  • December 10, 2025

Share

Beranda » Artikel » 5 Fakta Kebakaran Gedung Terra Drone – Pelajaran K3 Penting

Kejadian kebakaran di gedung Terra Drone di Jakarta Pusat telah mengguncang banyak pihak terutama mereka yang bekerja di kantor bertingkat atau memiliki pekerja kantoran. Bagi Anda yang peduli akan keselamatan kerja (K3), insiden ini menjadi alarm nyata bahwa risiko kebakaran bukan sekadar cerita.

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan fakta-fakta utama dari kebakaran gedung Terra Drone, penyebab dugaan, korban, serta yang paling penting pelajaran dan rekomendasi K3 yang bisa diterapkan di lingkungan kantor atau perusahaan Anda.

👉 Ringkasan Singkat:

  • Kebakaran terjadi di gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, dan menewaskan 22 orang. (Source: cnbcindonesia)

  • Dugaan kuat menyebutkan bahwa penyebab kebakaran berasal dari baterai litium drone yang meledak saat proses pengisian daya.

  • Sebagian besar korban meninggal akibat paparan asap tebal dan terjebak karena jalur evakuasi serta ventilasi yang tidak memadai.

  • Insiden ini menunjukkan pentingnya penerapan protokol K3 ketat, terutama terkait penyimpanan & pengisian baterai, proteksi kebakaran, dan jalur evakuasi di gedung perkantoran.

1. Apa Itu kebakaran gedung Terra Drone?

Kebakaran gedung Terra Drone merujuk pada insiden tragis di kantor Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 9 Desember 2025 saat gedung tersebut terbakar hebat dan menyebabkan banyak korban jiwa.

Gedung bertingkat ini terbakar pada siang hari. Menurut laporan awal sumber api diduga berasal dari baterai drone yang meledak saat proses pengisian daya. Sebanyak 22 karyawan 15 perempuan dan 7 laki-laki meninggal dunia, sementara puluhan lainnya luka atau selamat dalam kondisi trauma. (Source: detikNews, Republika Online)

Korban terbanyak ditemukan di lantai 3 dan 4, bukan di lantai asal api, karena asap tebal naik dan memenuhi area tersebut. (Source: tribunNews)

Dari sisi kemanusiaan, dampaknya sangat besar: banyak keluarga yang kehilangan tulang punggung, suasana duka mendalam, dan pertanyaan serius tentang keamanan kerja di perkantoran modern yang menyimpan perangkat berisiko (drone, baterai litium, dsb).

2. Mengapa Insiden Ini Penting / Pelajaran & Fungsi K3

  • Keselamatan bukan opsional – risiko kebakaran di gedung perkantoran nyata dan bisa mematikan.

  • Penyimpanan & penanganan bahan berisiko harus ketat – baterai litium membutuhkan protokol khusus.

  • Proteksi gedung dan jalur evakuasi mutlak diperlukan – ventilasi, pintu darurat, detektor asap, alat pemadam, dsb.

  • Kesadaran K3 harus merata: manajemen, pekerja, pekerja K3, regulator – tanggung jawab bersama.

Setiap perusahaan memikul tanggung jawab besar untuk melindungi pekerjanya. Regulasi bukan sekadar formalitas implementasi dan pengawasan internal harus berjalan efektif. Dalam konteks peralatan berpotensi bahaya, penerapan SMK3 sangat berpengaruh.

Pelajari lebih jauh pada artikel Implementasi SMK3 pada Sistem Peralatan Bertekanan.

3. Sudut Pandang 

Dari insiden kebakaran gedung Terra Drone, kita bisa melihat beberapa hal penting:

  • Risiko teknologi modern (baterai litium) — Teknologi modern seperti drone juga membawa risiko baru. Jika tidak ditangani sesuai standar, konsekuensinya bisa fatal. Thermal runaway pada baterai litium dapat memicu kobaran api dan menghasilkan asap beracun. 

  • Risiko gedung perkantoran — Banyak orang beranggapan gedung kantor lebih “aman” daripada pabrik. Kasus Terra Drone membuktikan bahwa kantor pun bisa sangat berisiko jika tidak dilengkapi proteksi kebakaran dan jalur evakuasi memadai.

  • Kepatuhan regulasi — Jika manajemen mengabaikan standar K3 atau pengawasan lemah, potensi kecelakaan besar meningkat. Kasus ini mungkin jadi cermin bagi regulator untuk memperketat pengawasan gedung bertingkat.

  • Kesiapan tim damkar internal — Banyak perusahaan belum memiliki petugas damkar terlatih, padahal menit-menit pertama menentukan keselamatan seluruh penghuni gedung. 

Karena itu, saya percaya bahwa kejadian ini menunjukkan bahwa penerapan protokol K3 memang vital di lingkungan kantor, bukan hanya pabrik atau area industri.

Baca juga:

Sertifikasi Petugas Damkar: Langkah Penting Cegah Risiko Kebakaran di Tempat Kerja

4. Langkah Pencegahan & Rekomendasi K3 di Gedung Perkantoran

  • Langkah 1: Lakukan audit rutin bahan berisiko — khususnya baterai litium, peralatan elektronik, kabel, pengisian daya.
  • Langkah 2: Pastikan proteksi kebakaran terpenuhi — detektor asap, sprinkler, APAR, sistem alarm, jalur evakuasi yang jelas & bebas hambatan.
  • Langkah 3: Terapkan pelatihan evakuasi & simulasi kebakaran secara berkala — seluruh pekerja harus tahu prosedur darurat.
  • Langkah 4: Kelola ruang penyimpanan & penggunaan peralatan berisiko secara terpisah dari area kerja utama; hindari pengisian baterai di area padat pekerja tanpa ventilasi & proteksi.

Dengan langkah-langkah tersebut, perusahaan bisa meminimalkan risiko kebakaran besar dan mempersiapkan respons cepat bila hal terburuk terjadi.

5. Risiko / Kekurangan / Tantangan dalam Penerapan K3

  • Biaya & investasi awal tinggi — instalasi detektor asap, sprinkler, jalur evakuasi, pelatihan, audit; bisa terasa berat bagi perusahaan kecil.
    Solusi: mulai dari hal kecil dulu (APAR, jalur evakuasi, pelatihan), lalu tingkatkan bertahap.

  • Kurangnya kesadaran & komitmen dari manajemen/pekerja — sering dianggap “tidak perlu” di kantor.
    Solusi: edukasi mengenai risiko nyata & dampak kemanusiaan, tunjuk tim khusus (HSE), sertakan K3 dalam budaya perusahaan.

  • Sulitnya regulasi & pengawasan gedung sewa / ruko / perkantoran campuran — banyak gedung tidak dirancang untuk aktivitas berisiko tinggi.
    Solusi: lakukan inspeksi mandiri, sesuaikan fungsi ruang dengan aktivitas; bila perlu, ubah layout atau tambahkan proteksi tambahan.

  • Kesulitan mengatur penggunaan & penyimpanan peralatan berisiko — seperti baterai litium.
    Solusi: atur SOP penyimpanan, charging, pembuangan limbah baterai, dan kontrol ketat saat penggunaan.

6 Tips Mengoptimalkan K3 di Lingkungan Gedung/Kantor

  • 🚨 Pastikan ada peta jalur evakuasi dan papan petunjuk keluar darurat di setiap lantai.

  • 🔥 Sediakan & periksa secara rutin APAR, detektor asap, dan kalau bisa, sprinkler.

  • ⚙️ Segmentasikan area kerja & penyimpanan bahan berisiko — misalnya, ruang khusus untuk charging baterai, jauh dari area kerja.

  • 📆 Lakukan pelatihan dan simulasi kebakaran minimal setiap 6–12 bulan.

  • 🧑‍🤝‍🧑 Libatkan semua level — manajemen, staf, HSE — dalam evaluasi reguler.

  • 📝 Dokumentasikan semua prosedur K3 & lakukan audit internal rutin untuk memastikan kepatuhan.

✨ Kesimpulan

Kebakaran gedung Terra Drone adalah momentum penting untuk meningkatkan keselamatan kerja. Dengan pelajaran seperti pentingnya proteksi kebakaran, pengelolaan bahan berisiko, dan kesiapan evakuasi, perusahaan dan pekerja bisa mengambil langkah konkret untuk mencegah tragedi serupa. Jika Anda ingin hasil maksimal, pastikan untuk menerapkan protokol K3 secara konsisten dan menjadikannya bagian dari budaya kerja sehari-hari.

Kalau perusahaan Anda ingin meningkatkan kesiapan menghadapi risiko seperti ini mulai dari audit, pelatihan evakuasi, tim HSE SkillUp dapat mendampingi Anda dengan pendekatan yang praktis dan sesuai regulasi.

Picture of Fajar HSE SKILLUP

Fajar HSE SKILLUP

Fajar adalah profesional Environment dan K3 yang berpengalaman mengembangkan pelatihan dan sertifikasi berbasis standar nasional. Sebagai Supervisor di HSE SkillUp, ia merancang program yang selaras dengan regulasi Kemnaker, BNSP, SMK3, dan ISO 14001, memastikan setiap pelatihan relevan, aplikatif, dan berdampak bagi industri.
PrevPrevious
NextNext

Recent Posts

Gerakan Indonesia ASRI 2026: Solusi Pengolahan Sampah Modern & Pentingnya Sertifikasi Kompetensi Operator (BNSP)

Gerakan Indonesia ASRI 2026: Solusi Pengolahan Sampah Modern & Pentingnya Sertifikasi Kompetensi Operator (BNSP)

Baca Selengkapnya
Gerakan Indonesia ASRI 2026: Solusi Tuntas Masalah Sampah & Pentingnya Sertifikasi MPS BNSP

Gerakan Indonesia ASRI 2026: Solusi Tuntas Masalah Sampah & Pentingnya Sertifikasi MPS BNSP

Baca Selengkapnya
Sukses Penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Metodologi Pelatihan Inhouse di BLPT Yogyakarta Tahun 2026

Sukses Penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Metodologi Pelatihan Inhouse di BLPT Yogyakarta Tahun 2026

Baca Selengkapnya
Ahli Higiene Industri Madya: Panduan Lengkap Sertifikasi, Kompetensi, dan Karier 2026

Ahli Higiene Industri Madya: Panduan Lengkap Sertifikasi, Kompetensi, dan Karier 2026

Baca Selengkapnya
Sertifikasi Ahli Higiene Industri Muda: Panduan Lengkap BNSP & Karier 2026

Sertifikasi Ahli Higiene Industri Muda: Panduan Lengkap BNSP & Karier 2026

Baca Selengkapnya
HSE-LOGO

We bring over 2,600 professionals from various industries to our HSE training and certification programs.

Facebook Instagram Linkedin

Menu

  • Beranda
  • Profil Kami
  • Layanan
  • Kumpulan Artikel
  • Hubungi

Layanan

  • Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi BNSP
  • Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi Kemnaker
  • Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi Kemenhub

Daftar & Mulai Pelatihan

Daftar Sekarang

© 2025 HSE SkillUp. All rights reserved.

Privacy Policy | Terms & Conditions | Site Map