1. Kenapa Peran Pengambil Contoh Uji Air (PCUA) Penting Banget Sekarang?
Kalau kamu perhatiin, isu kualitas air di Indonesia itu makin sering muncul di berita. Mulai dari pencemaran sungai, limbah industri, sampai ketentuan baru pemerintah yang bikin perusahaan wajib lapor hasil uji air secara rutin.
Nah… semua laporan itu nggak bakal valid kalau proses pengambilannya asal-asalan.
Di sinilah Pengambil Contoh Uji Air (PCUA) muncul sebagai “pahlawan data” yang jarang disorot. Mereka ini orang yang turun langsung ke lapangan buat ngambil sampel dengan teknik yang sesuai SNI, SKKNI, APHA, EPA, dan standar lingkungan lainnya.
Kenapa sekarang makin dicari?
-
Banyak industri harus comply sama standar lingkungan terbaru
-
Lembaga auditor makin ketat ngecek chain of custody
-
Laboratorium hanya bisa menguji sampel yang diambil secara benar
-
Sertifikasi BNSP jadi bukti kompetensi yang diakui nasional
Di training HSE SkillUp sendiri, peserta sering cerita begini:
“Dulu saya kira ngambil sampel air ya tinggal celupin botol. Setelah pelatihan, baru sadar ternyata prosedurnya panjang dan banyak standar hukumnya.”
Dan memang begitu kenyataannya.
2. Apa Itu Pengambil Contoh Uji Air (PCUA)?
Definisi menurut SKKNI & standar industri
Menurut SKKNI Pengambilan Contoh Lingkungan, PCUA adalah seseorang yang punya kompetensi untuk melakukan pengambilan sampel air secara benar, terukur, dan terdokumentasi sesuai standar teknis.
Mereka wajib paham:
-
teknik sampling
-
preservasi sampel
-
keselamatan kerja
-
chain of custody
-
standar mutu air
Bedanya PCUA vs petugas laboratorium
| PCUA |
Teknisi Laboratorium |
| Fokus pada proses pengambilan sampel |
Fokus pada pengujian di laboratorium |
| Kerja di lapangan |
Kerja di laboratorium |
| Wajib memahami kondisi lingkungan |
Wajib memahami metode uji |
| Salah sedikit → sampel rusak |
Salah analisis → hasil tidak valid |
Keduanya saling melengkapi.
Sebelum mendalami tugas dan sertifikasi, penting untuk memahami dasar profesi ini. Jika Anda ingin mengetahui definisi lengkap serta peran strategis yang dijalankan profesi ini, silakan baca artikel berikut: Apa Itu Pengambil Contoh Uji Air? Definisi dan Peran dalam Pengujian Lingkungan.
Kenapa profesi ini wajib kompeten?
Karena:
-
hasil uji digunakan dalam laporan AMDAL, UKL-UPL, PROPER
-
audit perusahaan selalu memeriksa chain of custody
-
salah sampling → hasil lab cacat
Profesi Pengambil Contoh Uji Air berkaitan erat dengan penilaian PROPER. Untuk memahami regulasi terbaru, simak pembahasannya pada artikel berikut: Sosialisasi Peraturan BPLH Nomor 7 Tahun 2025 tentang PROPER.
3. Tugas & Tanggung Jawab Pengambil Contoh Uji Air
Tugas utama
-
Persiapan sampling
-
Cek dokumen, titik sampling, dan parameter
-
Siapkan alat & botol sesuai preservasi
-
Pengambilan sampel
-
Grab / composite
-
Permukaan / kedalaman
-
Aliran / statis
-
Preservasi sampel
-
Labeling yang benar
-
Nama titik
-
Waktu
-
Koordinat
-
Parameter
-
Chain of custody (CoC)
Dokumen legal yang menjamin sampel tidak “dimainkan”.
-
Transportasi ke laboratorium
-
Waktu maksimal transport
-
Ice box
-
Kesiapan serah terima
Tugas tambahan yang jarang dibahas
Contoh kasus nyata
Di beberapa sesi pelatihan, ada peserta cerita:
“Kami pernah sampling limbah, tapi lupa tambah asam. Begitu sampai lab, parameter logam turun. Terpaksa sampling ulang.”
Ini menunjukkan betapa pentingnya detail kecil dalam proses sampling.
4. Jenis-Jenis Teknik Sampling Air
1. Grab Sampling
Sampel diambil pada satu waktu tertentu.
Kapan dipakai:
Kelebihan:
Kekurangan:
2. Composite Sampling
Gabungan beberapa sampel dalam interval tertentu (waktu atau debit).
Kapan dipakai:
Dalam proses pengambilan contoh uji air, teknik sampling merupakan faktor penentu kualitas data. Pelajari perbedaan metode Grab, Composite, serta langkah-langkah teknis lainnya pada artikel berikut: Teknik Sampling Air yang Benar: Grab, Composite, dan Prosedur Lainnya.
3. Sampling air limbah industri
Parameter umum:
-
pH
-
COD
-
BOD
-
TSS
-
Amonia
-
Minyak & lemak
-
Logam berat
Dasar acuan: Permen LHK Standar Mutu Air Limbah.
4. SNI & referensi global
5. Peralatan & Tools Wajib PCUA
Water Sampler
-
Kemmerer
-
Van Dorn
-
Dippers
Botol Sampel & Preservasi
Alat Ukur Lapangan
-
pH meter
-
DO meter
-
Conductivity meter
-
Turbidity meter
-
Multiparameter
APD Wajib
-
Sarung tangan
-
Safety shoes
-
Masker
-
Rompi keselamatan
Checklist Perlengkapan
Satu-satunya hal yang paling dibutuhkan pemula!
6. Proses Pengambilan Sampel Air (Step by Step)
1. Persiapan Dokumen & CoC
Sebelum turun lapangan, CoC harus lengkap.
2. Validasi Lokasi Sampling
Pastikan titik sesuai dokumen teknis.
3. Prosedur Sampling
-
Bilas botol 3 kali
-
Posisi tubuh aman
-
Ambil sampel sesuai SNI
4. Preservasi & Penyimpanan
Termasuk pendinginan & penambahan reagent.
5. Transportasi Ke Laboratorium
Waktu maksimal biasanya 6–24 jam tergantung parameter.
Setelah pengambilan sampel, proses preservasi dan pengemasan sangat krusial agar sampel tidak rusak. Panduan lengkapnya bisa Anda pelajari di sini: Cara Menjaga Kualitas Sampel Air (Preservasi & Pengemasan).
7. Parameter Kualitas Air Paling Umum
Parameter Fisika
Parameter Kimia
-
COD
-
BOD
-
Amonia
-
Nitrat
-
Logam berat
Parameter Mikrobiologi
Parameter Limbah Industri
Sesuai jenis usaha.
8. Risiko & Kesalahan Saat Sampling
Kesalahan teknis
-
Botol salah
-
Tidak diawetkan
-
Sampling terlalu dangkal
Kesalahan dokumentasi
-
Label tidak jelas
-
Waktu tidak dicatat
Chain of Custody kacau
Biasanya terjadi karena serah terima terlambat.
Cara mencegah
-
Ikuti checklist
-
Latihan berkala
-
Pelatihan kompetensi
9. Sertifikasi Pengambil Contoh Uji Air (PCUA) BNSP
Apa itu skema kompetensi PCUA?
Skema resmi dari BNSP berbasis SKKNI.
Unit Kompetensi yang Diujikan
1️⃣ Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L)
Unit ini intinya memastikan seorang PCUA nggak cuma jago teknis, tapi juga aman dan patuh aturan.
Yang dilakukan di unit kompetensi ini:
✔ Mengidentifikasi bahaya di lokasi sampling
-
Air limbah berbau menyengat
-
Lokasi dekat mesin/IPAL
-
Risiko tersengat listrik (kalau dekat panel pompa)
-
Risiko jatuh terpeleset di tepi sungai/kolam
✔ Menggunakan APD dengan benar
-
Safety shoes
-
Sarung tangan anti-chemical
-
Masker/respirator sesuai risiko
-
Rompi & helm di area industri
✔ Menerapkan prosedur kerja aman
✔ Mengelola limbah & bahan kimia
Contoh: bahan pengawet (HNO₃) harus ditangani sesuai MSDS.
✔ Mengisi dokumen K3L
Why it matters: Kesalahan K3L di lapangan bisa fatal. Makanya assessor selalu lihat ini pertama.
2️⃣ Melakukan Uji Kinerja Peralatan
Sebelum sampling, semua alat harus on point. Kalau alatnya error, ya data ikut error.
Yang dilakukan:
✔ Pemeriksaan fisik
-
Cek kabel, baterai, probe
-
Pastikan sampler tidak bocor
-
Botol bersih & steril sesuai parameter
✔ Kalibrasi alat ukur lapangan
Termasuk:
-
pH meter
-
DO meter
-
Turbidity meter
-
EC meter
-
Multiparameter
Kalibrasi biasanya pakai:
-
Buffer pH 4, 7, 10
-
Larutan DO
-
Standar konduktivitas
✔ Uji fungsi water sampler
✔ Pencatatan uji kinerja
Bagian ini sering dilupakan peserta:
-
Nomor seri alat
-
Tanggal kalibrasi
-
Tanggal expired buffer
Why it matters: Uji kinerja alat adalah dasar validitas data. Lab bisa menolak sampel kalau alat tidak dikalibrasi.
3️⃣ Menerapkan Kerjasama di Tempat Kerja
Unit ini lebih ke soft skill, tapi percaya deh: di lapangan ini penentu kelancaran sampling.
Termasuk:
✔ Komunikasi efektif dengan tim
Etika komunikasi dengan klien/petugas lokasi
✔ Koordinasi dengan pihak terkait
✔ Kerja dalam tim saat sampling
✔ Menyelesaikan konflik kecil
Misal:
“Titinya nggak sesuai dokumen, gimana?”
→ Koordinasi dulu, jangan jalan sendiri.
Why it matters: Sampling itu teamwork. Kalau jalan sendiri, potensi salahnya tinggi.
4️⃣ Menyusun Rencana Pengambilan Contoh Uji Air
Ini unit kompetensi “strategi”. Sebelum turun ke lapangan, PCUA harus punya plan jelas.
Isinya:
✔ Mengumpulkan data awal
✔ Menganalisis kondisi lapangan
-
Lokasi terbuka / terowongan / sumur
-
Risiko akses: harus pakai tali? harness?
-
Perkiraan waktu per titik
✔ Menentukan teknik sampling
- Grab atau composite
- Manual atau water sampler
- Kedalaman berapa
- Interval waktu
✔ Menentukan alat & bahan yang diperlukan
Checklist:
- Botol parameter
- Ice box
- Preservasi
- APD
- Dokumentasi
✔ Menyusun timeline & logistik
- Jam mulai
- Jarak antar titik
- Perkiraan tiba di lab
Why it matters: Rencana yang matang = sampling lancar, data valid.
5️⃣ Melakukan Persiapan Pengambilan Contoh Uji Air
Ini bagian teknis sebelum eksekusi.
Termasuk:
✔ Menyiapkan peralatan sampling
-
Sterilisasi botol (untuk mikrobiologi)
-
Labeling awal: nama titik, tanggal
-
Pastikan alat kalibrasi sudah beres
✔ Menyiapkan dokumen
-
CoC (Chain of Custody)
-
Form lapangan
-
Peta lokasi
-
Surat tugas / izin akses
✔ Menyiapkan bahan preserve
Contoh:
-
HNO₃ untuk logam
-
H₂SO₄ untuk COD
-
Na₂S₂O₃ untuk klorin
✔ Menyiapkan APD & perlengkapan keselamatan
Termasuk P3K minimal.
✔ Simulasi prosedur cepat
Tim biasanya melakukan mock sampling 1–2 menit sebelum action.
Why it matters: Persiapan yang buruk = kerja dua kali.
6️⃣ Melakukan Pengambilan Contoh Uji Air
Inilah inti kompetensi PCUA.
Langkah-langkahnya:
✔ Observasi awal lokasi
✔ Melakukan pengambilan contoh sesuai SNI
-
Grab sampling pada titik yang representatif
-
Composite sampling sesuai waktu/debit
-
Mengambil air kedalaman tertentu memakai sampler
-
Mengisi botol sesuai teknik (tanpa gelembung untuk DO)
✔ Preservasi langsung di lapangan
✔ Labeling lengkap
Minimal:
-
Nama titik
-
Waktu
-
Koordinat GPS
-
Parameter
-
Nama petugas
✔ Mengisi CoC dengan akurat
Ini dokumen suci-nya sampel.
✔ Transportasi sesuai SOP
Why it matters: Ini satu-satunya cara memastikan sampel benar-benar mewakili kondisi air aslinya.
Persyaratan Dasar Pemohon Sertifikasi Pengambil Contoh Uji Air (PCUA) – BNSP
A. Persyaratan Umum Pemohon
Pemohon sertifikasi PCUA harus memenuhi salah satu kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja berikut:
-
Sarjana / D3 bidang eksakta
→ Memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun dalam kegiatan pengambilan contoh uji air.
-
Sarjana / D3 Non-eksakta
→ Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun dalam kegiatan pengambilan contoh uji air.
-
Lulusan SAKMA / SMAK / Sederajat
→ Memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun di bidang pengambilan contoh uji air.
-
Lulusan SMA-IPA, SMF, STM-Kimia, atau kejuruan teknis setara
→ Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun di bidang pengambilan contoh uji air.
-
Lulusan SMA Non-eksakta
→ Memiliki pengalaman kerja minimal 4 tahun di bidang pengambilan contoh uji air.
-
Surat keterangan atau rekomendasi perusahaan
→ Menjelaskan pengalaman kerja, tugas terkait sampling air, atau keterlibatan dalam kegiatan laboratorium lingkungan.
B. Dokumen yang Wajib Dilampirkan oleh Pemohon
Pemohon wajib mengisi Formulir Permohonan Sertifikasi dan melengkapinya dengan berkas pendukung berikut:
1. Identitas dan Foto
2. Portofolio & Dokumen Pendukung
a. Fotokopi ijazah terakhir
b. Fotokopi sertifikat pelatihan (jika ada, terutama pelatihan PCUA atau K3L)
c. Daftar riwayat hidup (CV)
d. Uraian tugas/jabatan (Jobdesk) di perusahaan
e. Surat keterangan kerja / pengalaman kerja
f. Laporan kerja terkait kegiatan pengambilan contoh uji air
Alur sertifikasi
-
tes teori
-
asesmen wawancara, dan
-
evaluasi praktik
Manfaat sertifikasi
-
Legalitas di industri
-
Kepercayaan auditor
-
Nilai tambah karier
Banyak peserta HSE SkillUp datang dari laboratorium, konsultan, dan perusahaan industri yang ingin memenuhi standar audit.
10. Pelatihan Pengambil Contoh Uji Air
LSP Lingkungan Hidup Terkait BNSP
Bisa dari LSP manapun yang terlisensi resmi.
Kompetensi yang harus dikuasai
-
Teknik sampling
-
CoC
-
Pengawetan
-
Peralatan
Kenapa perlu pelatihan dulu?
Karena banyak teknik lapangan tidak diajarkan di perkuliahan.
Di HSE SkillUp, peserta biasanya mulai dari nol sampai benar-benar siap asesmen.
11. Studi Kasus Sampling di Lapangan
1. Industri Manufaktur
Fluktuasi pH dan COD bikin composite sampling wajib.
2. IPAL Kawasan
Sampling harus pakai alat khusus karena debit besar.
3. Air Permukaan
Tantangannya adalah akses lokasi dan kondisi cuaca.
12. Kesimpulan
PCUA itu fondasi validitas data kualitas air Indonesia. Perannya krusial dan semakin dibutuhkan. Kompetensi, prosedur, dan sertifikasi adalah kunci.
FAQ MENGENAI PENGAMBILAN CONTOH UJI AIR
1. Berapa lama masa berlaku sertifikasi PCUA BNSP?
Umumnya 3 tahun.
2. Apa bedanya grab sampling dan composite sampling?
Grab diambil sekali, composite digabung dari beberapa waktu.
3. Apakah wajib bersertifikat untuk mengambil sampel air limbah?
Iya, jika untuk laporan resmi.
4. Berapa biaya sertifikasi PCUA?
Bervariasi tergantung LSP.
5. Peralatan apa saja yang wajib dibawa?
Botol preservasi, water sampler, multiparameter, APD, CoC.