HSE-LOGO

Competence for
Sustainable Productivity

  • BERANDA
  • PROFIL KAMI
  • LAYANAN
    • Sertifikasi KEMNAKER RI
      • Ahli K3 Pesawat Angkat & Pesawat Angkut
      • Ahli K3 Pesawat Uap, Bejana Tekanan & Tangki Timbun
      • Ahli K3 Pesawat Tenaga dan Produksi
    • Sertifikasi KEMENHUB
      • Driver Angkutan B3
    • Sertifikasi BNSP
      • Keahlian Penghitungan Nilai Daur Hidup (LCA)
      • Pengambilan Data Penilaian Daur Hidup (LCA)
      • Penanggungjawab Penanggulangan Pencemaran Air (PPPA)
      • Penanggung Jawab Pengolahan Air Limbah (POPAL)
      • Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Udara (PPPU)
      • Pelatihan Penanggung Jawab Operasional Instalasi POIPU
      • MANAJER PENGUMPULAN LIMBAH B3
  • KUMPULAN ARTIKEL
  • HUBUNGI
    • Formulir Pendaftaran

Panduan Lengkap Pengambil Contoh Uji Air: Tugas, Proses, dan Sertifikasi BNSP

  • Fajar HSE SKILLUP
  • December 2, 2025

Share

Beranda » Artikel » Panduan Lengkap Pengambil Contoh Uji Air: Tugas, Proses, dan Sertifikasi BNSP

 1. Kenapa Peran Pengambil Contoh Uji Air (PCUA) Penting Banget Sekarang?

Kalau kamu perhatiin, isu kualitas air di Indonesia itu makin sering muncul di berita. Mulai dari pencemaran sungai, limbah industri, sampai ketentuan baru pemerintah yang bikin perusahaan wajib lapor hasil uji air secara rutin.

Nah… semua laporan itu nggak bakal valid kalau proses pengambilannya asal-asalan.

Di sinilah Pengambil Contoh Uji Air (PCUA) muncul sebagai “pahlawan data” yang jarang disorot. Mereka ini orang yang turun langsung ke lapangan buat ngambil sampel dengan teknik yang sesuai SNI, SKKNI, APHA, EPA, dan standar lingkungan lainnya.

Kenapa sekarang makin dicari?

  • Banyak industri harus comply sama standar lingkungan terbaru

  • Lembaga auditor makin ketat ngecek chain of custody

  • Laboratorium hanya bisa menguji sampel yang diambil secara benar

  • Sertifikasi BNSP jadi bukti kompetensi yang diakui nasional

Di training HSE SkillUp sendiri, peserta sering cerita begini:

“Dulu saya kira ngambil sampel air ya tinggal celupin botol. Setelah pelatihan, baru sadar ternyata prosedurnya panjang dan banyak standar hukumnya.”

Dan memang begitu kenyataannya.

2. Apa Itu Pengambil Contoh Uji Air (PCUA)?

Definisi menurut SKKNI & standar industri

Menurut SKKNI Pengambilan Contoh Lingkungan, PCUA adalah seseorang yang punya kompetensi untuk melakukan pengambilan sampel air secara benar, terukur, dan terdokumentasi sesuai standar teknis.

Mereka wajib paham:

  • teknik sampling

  • preservasi sampel

  • keselamatan kerja

  • chain of custody

  • standar mutu air

Bedanya PCUA vs petugas laboratorium

PCUA Teknisi Laboratorium
Fokus pada proses pengambilan sampel Fokus pada pengujian di laboratorium
Kerja di lapangan Kerja di laboratorium
Wajib memahami kondisi lingkungan Wajib memahami metode uji
Salah sedikit → sampel rusak Salah analisis → hasil tidak valid

Keduanya saling melengkapi.

Sebelum mendalami tugas dan sertifikasi, penting untuk memahami dasar profesi ini. Jika Anda ingin mengetahui definisi lengkap serta peran strategis yang dijalankan profesi ini, silakan baca artikel berikut: Apa Itu Pengambil Contoh Uji Air? Definisi dan Peran dalam Pengujian Lingkungan.

Kenapa profesi ini wajib kompeten?

Karena:

  • hasil uji digunakan dalam laporan AMDAL, UKL-UPL, PROPER

  • audit perusahaan selalu memeriksa chain of custody

  • salah sampling → hasil lab cacat

Profesi Pengambil Contoh Uji Air berkaitan erat dengan penilaian PROPER. Untuk memahami regulasi terbaru, simak pembahasannya pada artikel berikut: Sosialisasi Peraturan BPLH Nomor 7 Tahun 2025 tentang PROPER.

3. Tugas & Tanggung Jawab Pengambil Contoh Uji Air

Tugas utama 

  1. Persiapan sampling

    • Cek dokumen, titik sampling, dan parameter

    • Siapkan alat & botol sesuai preservasi

  2. Pengambilan sampel

    • Grab / composite

    • Permukaan / kedalaman

    • Aliran / statis

  3. Preservasi sampel

    • Pendinginan (≤ 4°C)

    • Penambahan reagent tertentu (HNO₃ untuk logam, dsb.)

  4. Labeling yang benar

    • Nama titik

    • Waktu

    • Koordinat

    • Parameter

  5. Chain of custody (CoC)
    Dokumen legal yang menjamin sampel tidak “dimainkan”.

  6. Transportasi ke laboratorium

    • Waktu maksimal transport

    • Ice box

    • Kesiapan serah terima

Tugas tambahan yang jarang dibahas

  • Foto dokumentasi sebelum-sesudah sampling

  • Menilai kondisi lapangan

  • Menghadapi klien industri dengan pendekatan komunikasi jelas

Contoh kasus nyata

Di beberapa sesi pelatihan, ada peserta cerita:

“Kami pernah sampling limbah, tapi lupa tambah asam. Begitu sampai lab, parameter logam turun. Terpaksa sampling ulang.”

Ini menunjukkan betapa pentingnya detail kecil dalam proses sampling.

4. Jenis-Jenis Teknik Sampling Air

1. Grab Sampling

Sampel diambil pada satu waktu tertentu.

Kapan dipakai:

  • air bersih

  • air permukaan

  • limbah yang tidak fluktuatif

Kelebihan:

  • cepat

  • mudah

Kekurangan:

  • kurang representatif jika kondisi berubah-ubah

2. Composite Sampling

Gabungan beberapa sampel dalam interval tertentu (waktu atau debit).

Kapan dipakai:

  • IPAL industri

  • limbah dengan fluktuasi beban pencemar

Dalam proses pengambilan contoh uji air, teknik sampling merupakan faktor penentu kualitas data. Pelajari perbedaan metode Grab, Composite, serta langkah-langkah teknis lainnya pada artikel berikut: Teknik Sampling Air yang Benar: Grab, Composite, dan Prosedur Lainnya.

3. Sampling air limbah industri

Parameter umum:

  • pH

  • COD

  • BOD

  • TSS

  • Amonia

  • Minyak & lemak

  • Logam berat

Dasar acuan: Permen LHK Standar Mutu Air Limbah.

4. SNI & referensi global

  • SNI 6989.57–6989.65 (metode sampling)

  • APHA 23rd Edition (Standard Methods)

  • US EPA Water Sampling Guide

5. Peralatan & Tools Wajib PCUA

Water Sampler

  • Kemmerer

  • Van Dorn

  • Dippers

Botol Sampel & Preservasi

  • Wadah kaca amber (minyak & lemak)

  • Botol PE (logam, kimia)

  • Kontainer steril (mikrobiologi)

Alat Ukur Lapangan

  • pH meter

  • DO meter

  • Conductivity meter

  • Turbidity meter

  • Multiparameter

APD Wajib

  • Sarung tangan

  • Safety shoes

  • Masker

  • Rompi keselamatan

Checklist Perlengkapan

Satu-satunya hal yang paling dibutuhkan pemula!

6. Proses Pengambilan Sampel Air (Step by Step)

1. Persiapan Dokumen & CoC

Sebelum turun lapangan, CoC harus lengkap.

2. Validasi Lokasi Sampling

Pastikan titik sesuai dokumen teknis.

3. Prosedur Sampling

  • Bilas botol 3 kali

  • Posisi tubuh aman

  • Ambil sampel sesuai SNI

4. Preservasi & Penyimpanan

Termasuk pendinginan & penambahan reagent.

5. Transportasi Ke Laboratorium

Waktu maksimal biasanya 6–24 jam tergantung parameter.

Setelah pengambilan sampel, proses preservasi dan pengemasan sangat krusial agar sampel tidak rusak. Panduan lengkapnya bisa Anda pelajari di sini: Cara Menjaga Kualitas Sampel Air (Preservasi & Pengemasan).

7. Parameter Kualitas Air Paling Umum

Parameter Fisika

  • Suhu

  • TSS

  • Warna

Parameter Kimia

  • COD

  • BOD

  • Amonia

  • Nitrat

  • Logam berat

Parameter Mikrobiologi

  • E. coli

  • Total Coliform

Parameter Limbah Industri

Sesuai jenis usaha.

8. Risiko & Kesalahan Saat Sampling

Kesalahan teknis

  • Botol salah

  • Tidak diawetkan

  • Sampling terlalu dangkal

Kesalahan dokumentasi

  • Label tidak jelas

  • Waktu tidak dicatat

Chain of Custody kacau

Biasanya terjadi karena serah terima terlambat.

Cara mencegah

  • Ikuti checklist

  • Latihan berkala

  • Pelatihan kompetensi

9. Sertifikasi Pengambil Contoh Uji Air (PCUA) BNSP

Apa itu skema kompetensi PCUA?

Skema resmi dari BNSP berbasis SKKNI.

Unit Kompetensi yang Diujikan

1️⃣ Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L)

Unit ini intinya memastikan seorang PCUA nggak cuma jago teknis, tapi juga aman dan patuh aturan.

Yang dilakukan di unit kompetensi ini:

✔ Mengidentifikasi bahaya di lokasi sampling
  • Air limbah berbau menyengat

  • Lokasi dekat mesin/IPAL

  • Risiko tersengat listrik (kalau dekat panel pompa)

  • Risiko jatuh terpeleset di tepi sungai/kolam

✔ Menggunakan APD dengan benar
  • Safety shoes

  • Sarung tangan anti-chemical

  • Masker/respirator sesuai risiko

  • Rompi & helm di area industri

✔ Menerapkan prosedur kerja aman
  • Standar area aman

  • Jangan sampling sendirian

  • Komunikasi dengan PIC lokasi

✔ Mengelola limbah & bahan kimia

Contoh: bahan pengawet (HNO₃) harus ditangani sesuai MSDS.

✔ Mengisi dokumen K3L
  • JSA (Job Safety Analysis)

  • Izin kerja (jika diperlukan industri tertentu)

Why it matters: Kesalahan K3L di lapangan bisa fatal. Makanya assessor selalu lihat ini pertama.

2️⃣ Melakukan Uji Kinerja Peralatan

Sebelum sampling, semua alat harus on point. Kalau alatnya error, ya data ikut error.

Yang dilakukan:

✔ Pemeriksaan fisik
  • Cek kabel, baterai, probe

  • Pastikan sampler tidak bocor

  • Botol bersih & steril sesuai parameter

✔ Kalibrasi alat ukur lapangan

Termasuk:

  • pH meter

  • DO meter

  • Turbidity meter

  • EC meter

  • Multiparameter

Kalibrasi biasanya pakai:

  • Buffer pH 4, 7, 10

  • Larutan DO

  • Standar konduktivitas

✔ Uji fungsi water sampler
  • Uji buka-tutup

  • Uji volume

  • Simulasi pengambilan di ember sebelum turun lapangan

✔ Pencatatan uji kinerja

Bagian ini sering dilupakan peserta:

  • Nomor seri alat

  • Tanggal kalibrasi

  • Tanggal expired buffer

Why it matters: Uji kinerja alat adalah dasar validitas data. Lab bisa menolak sampel kalau alat tidak dikalibrasi.

3️⃣ Menerapkan Kerjasama di Tempat Kerja

Unit ini lebih ke soft skill, tapi percaya deh: di lapangan ini penentu kelancaran sampling.

Termasuk:

✔ Komunikasi efektif dengan tim
  • Pembagian tugas

  • Komunikasi saat kondisi lapangan berubah

Etika komunikasi dengan klien/petugas lokasi

✔ Koordinasi dengan pihak terkait
  • Security / HSE / operator IPAL

  • Personil laboratorium
  • Driver yang bawa ice box

✔ Kerja dalam tim saat sampling
  • Satu orang pegang alat

  • Satu orang catat data

  • Satu orang pegang APD & dokumentasi
    (Tidak semua lokasi mengizinkan 1 orang saja)

✔ Menyelesaikan konflik kecil

Misal:
“Titinya nggak sesuai dokumen, gimana?”
→ Koordinasi dulu, jangan jalan sendiri.

Why it matters: Sampling itu teamwork. Kalau jalan sendiri, potensi salahnya tinggi.

4️⃣ Menyusun Rencana Pengambilan Contoh Uji Air

Ini unit kompetensi “strategi”. Sebelum turun ke lapangan, PCUA harus punya plan jelas.

Isinya:

✔ Mengumpulkan data awal
  • Titik sampling

  • Jenis air (baku, limbah, permukaan)

  • Parameter uji

  • SNI / metode rujukan

✔ Menganalisis kondisi lapangan
  • Lokasi terbuka / terowongan / sumur

  • Risiko akses: harus pakai tali? harness?

  • Perkiraan waktu per titik

✔ Menentukan teknik sampling
  • Grab atau composite
  • Manual atau water sampler
  • Kedalaman berapa
  • Interval waktu
✔ Menentukan alat & bahan yang diperlukan

Checklist:

  • Botol parameter
  • Ice box
  • Preservasi
  • APD
  • Dokumentasi
✔ Menyusun timeline & logistik
  • Jam mulai
  • Jarak antar titik
  • Perkiraan tiba di lab

Why it matters: Rencana yang matang = sampling lancar, data valid. 

5️⃣ Melakukan Persiapan Pengambilan Contoh Uji Air

Ini bagian teknis sebelum eksekusi.

Termasuk:

✔ Menyiapkan peralatan sampling
  • Sterilisasi botol (untuk mikrobiologi)

  • Labeling awal: nama titik, tanggal

  • Pastikan alat kalibrasi sudah beres

✔ Menyiapkan dokumen
  • CoC (Chain of Custody)

  • Form lapangan

  • Peta lokasi

  • Surat tugas / izin akses

✔ Menyiapkan bahan preserve

Contoh:

  • HNO₃ untuk logam

  • H₂SO₄ untuk COD

  • Na₂S₂O₃ untuk klorin

✔ Menyiapkan APD & perlengkapan keselamatan

Termasuk P3K minimal.

✔ Simulasi prosedur cepat

Tim biasanya melakukan mock sampling 1–2 menit sebelum action.

Why it matters: Persiapan yang buruk = kerja dua kali.

6️⃣ Melakukan Pengambilan Contoh Uji Air

Inilah inti kompetensi PCUA.

Langkah-langkahnya:

✔ Observasi awal lokasi
  • Warna, bau, aliran

  • Posisi aman untuk berdiri

✔ Melakukan pengambilan contoh sesuai SNI
  • Grab sampling pada titik yang representatif

  • Composite sampling sesuai waktu/debit

  • Mengambil air kedalaman tertentu memakai sampler

  • Mengisi botol sesuai teknik (tanpa gelembung untuk DO)

✔ Preservasi langsung di lapangan
  • Pendinginan (≤4°C)

  • Penambahan pengawet sesuai parameter

✔ Labeling lengkap

Minimal:

  • Nama titik

  • Waktu

  • Koordinat GPS

  • Parameter

  • Nama petugas

✔ Mengisi CoC dengan akurat

Ini dokumen suci-nya sampel.

✔ Transportasi sesuai SOP
  • Ice box

  • Waktu pengiriman ≤6–24 jam (tergantung parameter)

Why it matters: Ini satu-satunya cara memastikan sampel benar-benar mewakili kondisi air aslinya.

Persyaratan Dasar Pemohon Sertifikasi Pengambil Contoh Uji Air (PCUA) – BNSP

A. Persyaratan Umum Pemohon

Pemohon sertifikasi PCUA harus memenuhi salah satu kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja berikut:

  1. Sarjana / D3 bidang eksakta
    → Memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun dalam kegiatan pengambilan contoh uji air.

  2. Sarjana / D3 Non-eksakta
    → Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun dalam kegiatan pengambilan contoh uji air.

  3. Lulusan SAKMA / SMAK / Sederajat
    → Memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun di bidang pengambilan contoh uji air.

  4. Lulusan SMA-IPA, SMF, STM-Kimia, atau kejuruan teknis setara
    → Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun di bidang pengambilan contoh uji air.

  5. Lulusan SMA Non-eksakta
    → Memiliki pengalaman kerja minimal 4 tahun di bidang pengambilan contoh uji air.

  6. Surat keterangan atau rekomendasi perusahaan
    → Menjelaskan pengalaman kerja, tugas terkait sampling air, atau keterlibatan dalam kegiatan laboratorium lingkungan.

B. Dokumen yang Wajib Dilampirkan oleh Pemohon

Pemohon wajib mengisi Formulir Permohonan Sertifikasi dan melengkapinya dengan berkas pendukung berikut:

1. Identitas dan Foto

  • Fotokopi KTP

  • Pas foto 3×4 (background merah) sebanyak 2 lembar

2. Portofolio & Dokumen Pendukung

a. Fotokopi ijazah terakhir
b. Fotokopi sertifikat pelatihan (jika ada, terutama pelatihan PCUA atau K3L)
c. Daftar riwayat hidup (CV)
d. Uraian tugas/jabatan (Jobdesk) di perusahaan
e. Surat keterangan kerja / pengalaman kerja
f. Laporan kerja terkait kegiatan pengambilan contoh uji air

Alur sertifikasi

  • tes teori

  • asesmen wawancara, dan

  • evaluasi praktik

Manfaat sertifikasi

  • Legalitas di industri

  • Kepercayaan auditor

  • Nilai tambah karier

Banyak peserta HSE SkillUp datang dari laboratorium, konsultan, dan perusahaan industri yang ingin memenuhi standar audit.

10. Pelatihan Pengambil Contoh Uji Air 

LSP Lingkungan Hidup Terkait BNSP

Bisa dari LSP manapun yang terlisensi resmi.

Kompetensi yang harus dikuasai

  • Teknik sampling

  • CoC

  • Pengawetan

  • Peralatan

Kenapa perlu pelatihan dulu?

Karena banyak teknik lapangan tidak diajarkan di perkuliahan.

Di HSE SkillUp, peserta biasanya mulai dari nol sampai benar-benar siap asesmen.

11. Studi Kasus Sampling di Lapangan

1. Industri Manufaktur

Fluktuasi pH dan COD bikin composite sampling wajib.

2. IPAL Kawasan

Sampling harus pakai alat khusus karena debit besar.

3. Air Permukaan

Tantangannya adalah akses lokasi dan kondisi cuaca.

12. Kesimpulan

PCUA itu fondasi validitas data kualitas air Indonesia. Perannya krusial dan semakin dibutuhkan. Kompetensi, prosedur, dan sertifikasi adalah kunci.


FAQ MENGENAI PENGAMBILAN CONTOH UJI AIR

1. Berapa lama masa berlaku sertifikasi PCUA BNSP?

Umumnya 3 tahun.

2. Apa bedanya grab sampling dan composite sampling?

Grab diambil sekali, composite digabung dari beberapa waktu.

3. Apakah wajib bersertifikat untuk mengambil sampel air limbah?

Iya, jika untuk laporan resmi.

4. Berapa biaya sertifikasi PCUA?

Bervariasi tergantung LSP.

5. Peralatan apa saja yang wajib dibawa?

Botol preservasi, water sampler, multiparameter, APD, CoC.

 

Picture of Fajar HSE SKILLUP

Fajar HSE SKILLUP

Fajar adalah profesional Environment dan K3 yang berpengalaman mengembangkan pelatihan dan sertifikasi berbasis standar nasional. Sebagai Supervisor di HSE SkillUp, ia merancang program yang selaras dengan regulasi Kemnaker, BNSP, SMK3, dan ISO 14001, memastikan setiap pelatihan relevan, aplikatif, dan berdampak bagi industri.
PrevPrevious
NextNext

Recent Posts

Hubungan LCA dan Net Zero Emission: Panduan Strategis Menuju Industri Hijau Indonesia

Hubungan LCA dan Net Zero Emission: Panduan Strategis Menuju Industri Hijau Indonesia

Baca Selengkapnya
Life Cycle Assessment (LCA) dalam PROPER: Strategi Kunci Menuju Peringkat Hijau dan Emas sesuai PerBPLH No. 7 Tahun 2025

Life Cycle Assessment (LCA) dalam PROPER: Strategi Kunci Menuju Peringkat Hijau dan Emas sesuai PerBPLH No. 7 Tahun 2025

Baca Selengkapnya
5 Fakta Kebakaran Gedung Terra Drone – Pelajaran K3 Penting

5 Fakta Kebakaran Gedung Terra Drone – Pelajaran K3 Penting

Baca Selengkapnya
Cara Menjaga Kualitas Sampel Air: Panduan Lengkap Preservasi Sampel Air

Cara Menjaga Kualitas Sampel Air: Panduan Lengkap Preservasi Sampel Air

Baca Selengkapnya
7 Teknik Sampling Air yang Wajib Dikuasai untuk Akurasi Hasil Uji

7 Teknik Sampling Air yang Wajib Dikuasai untuk Akurasi Hasil Uji

Baca Selengkapnya
HSE-LOGO

We bring over 2,600 professionals from various industries to our HSE training and certification programs.

Facebook Instagram Linkedin

Menu

  • Beranda
  • Profil Kami
  • Layanan
  • Kumpulan Artikel
  • Hubungi

Layanan

  • Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi BNSP
  • Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi Kemnaker
  • Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi Kemenhub

Daftar & Mulai Pelatihan

Daftar Sekarang

© 2025 HSE SkillUp. All rights reserved.

Privacy Policy | Terms & Conditions | Site Map