HSE-LOGO

Competence for
Sustainable Productivity

  • BERANDA
  • PROFIL KAMI
  • LAYANAN
    • Sertifikasi KEMNAKER RI
      • Ahli K3 Pesawat Angkat & Pesawat Angkut
      • Ahli K3 Pesawat Uap, Bejana Tekanan & Tangki Timbun
      • Ahli K3 Pesawat Tenaga dan Produksi
    • Sertifikasi KEMENHUB
      • Driver Angkutan B3
    • Sertifikasi BNSP
      • Keahlian Penghitungan Nilai Daur Hidup (LCA)
      • Pengambilan Data Penilaian Daur Hidup (LCA)
      • Penanggungjawab Penanggulangan Pencemaran Air (PPPA)
      • Penanggung Jawab Pengolahan Air Limbah (POPAL)
      • Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Udara (PPPU)
      • Pelatihan Penanggung Jawab Operasional Instalasi POIPU
      • MANAJER PENGUMPULAN LIMBAH B3
  • KUMPULAN ARTIKEL
  • HUBUNGI
    • Formulir Pendaftaran

OTT Wamenaker Jadi Alarm: Saatnya Perkuat Transparansi Sertifikasi K3

  • Fajar HSE SKILLUP
  • August 22, 2025

Share

Beranda » Artikel » OTT Wamenaker Jadi Alarm: Saatnya Perkuat Transparansi Sertifikasi K3

Kasus operasi tangkap tangan (OTT) Wakil Menteri Ketenagakerjaan baru-baru ini menjadi sorotan publik, bahkan hingga media internasional. Salah satu isu yang menyeruak adalah dugaan penyalahgunaan kewenangan terkait pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan penting: Apakah keselamatan kerja hanya sebatas formalitas administrasi, atau benar-benar dijalankan dengan integritas?

Mengapa Kasus Ini Penting?

K3 seharusnya menjadi benteng utama dalam melindungi pekerja dari kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. Namun, ketika proses sertifikasi justru dikaitkan dengan praktik tidak transparan, dampaknya bisa fatal:

  • Kepercayaan publik menurun terhadap program K3.

  • Perusahaan menjadi ragu mengurus sertifikasi resmi.

  • Yang paling berisiko: nyawa pekerja bisa terancam jika standar K3 diabaikan.

Ingat, sertifikasi K3 bukan sekadar syarat administratif. Ia adalah instrumen vital untuk menjaga keselamatan manusia.

Tata Kelola K3 Harus Bersih

Jika tata kelola sertifikasi tidak dijalankan dengan transparan, hasilnya bisa merugikan banyak pihak. Sertifikat yang asal-asalan berpotensi membuat perusahaan merasa “aman di atas kertas”, padahal di lapangan pekerja tidak terlindungi.

Oleh karena itu, integritas dalam proses sertifikasi K3 mutlak diperlukan. Semua harus dilakukan sesuai standar resmi pemerintah, bukan melalui jalur pintas yang justru membahayakan.

Baca juga: Wajib! Sertifikasi Ahli K3 Pesawat Uap & Bejana Tekan Sesuai Regulasi Kemnaker

HSE SkillUp: Menjaga Integritas & Transparansi

Di tengah isu ini, HSE SkillUp hadir sebagai lembaga pelatihan dan sertifikasi yang mengedepankan profesionalisme.

✅ Legal & Resmi: Program sesuai regulasi resmi pemerintah (Kemnaker, BNSP, Kemenhub).
✅ Transparan: Proses jelas, tidak ada ruang bagi praktik yang melanggar aturan.
✅ Fokus pada Keselamatan: Lebih dari sekadar sertifikat, tujuan kami adalah membangun budaya K3 yang nyata di perusahaan.

Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak hanya memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga meningkatkan kepercayaan, reputasi, serta produktivitas.

Momentum untuk Perusahaan

OTT ini seharusnya tidak membuat perusahaan menunda sertifikasi K3. Justru sekarang saatnya membuktikan bahwa K3 adalah prioritas nyata, bukan sekadar dokumen.

Perusahaan yang menunda bisa menghadapi:

  • Risiko hukum,

  • Penurunan reputasi,

  • Hingga meningkatnya potensi kecelakaan kerja.

Sebaliknya, dengan sertifikasi yang benar dan transparan, perusahaan akan lebih terlindungi sekaligus membangun kepercayaan pekerja.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, perusahaan tidak cukup hanya memahami regulasi, tetapi juga perlu memastikan tenaga kerjanya memiliki kompetensi yang teruji. Di sinilah HSE SkillUp hadir dengan program pelatihan dan sertifikasi kompetensi K3 resmi sesuai regulasi pemerintah. Melalui program ini, perusahaan tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga membangun budaya kerja yang benar-benar aman dan profesional.

Picture of Fajar HSE SKILLUP

Fajar HSE SKILLUP

Fajar adalah profesional Environment dan K3 yang berpengalaman mengembangkan pelatihan dan sertifikasi berbasis standar nasional. Sebagai Supervisor di HSE SkillUp, ia merancang program yang selaras dengan regulasi Kemnaker, BNSP, SMK3, dan ISO 14001, memastikan setiap pelatihan relevan, aplikatif, dan berdampak bagi industri.
PrevPrevious
NextNext

Recent Posts

7 Perbedaan Sertifikasi Lingkungan vs ISO 14001 untuk Perusahaan

7 Perbedaan Sertifikasi Lingkungan vs ISO 14001 untuk Perusahaan

Baca Selengkapnya
Apa Itu Sertifikasi Lingkungan dan Mengapa Sangat Penting bagi Perusahaan

Apa Itu Sertifikasi Lingkungan dan Mengapa Sangat Penting bagi Perusahaan

Baca Selengkapnya
Incinerator Sampah Dilarang? Ini Peran Pengendali Pencemaran Udara yang Jarang Dibahas

Incinerator Sampah Dilarang? Ini Peran Pengendali Pencemaran Udara yang Jarang Dibahas

Baca Selengkapnya
Hubungan LCA dan Net Zero Emission: Panduan Strategis Menuju Industri Hijau Indonesia

Hubungan LCA dan Net Zero Emission: Panduan Strategis Menuju Industri Hijau Indonesia

Baca Selengkapnya
Life Cycle Assessment (LCA) dalam PROPER: Strategi Kunci Menuju Peringkat Hijau dan Emas sesuai PerBPLH No. 7 Tahun 2025

Life Cycle Assessment (LCA) dalam PROPER: Strategi Kunci Menuju Peringkat Hijau dan Emas sesuai PerBPLH No. 7 Tahun 2025

Baca Selengkapnya
HSE-LOGO

We bring over 2,600 professionals from various industries to our HSE training and certification programs.

Facebook Instagram Linkedin

Menu

  • Beranda
  • Profil Kami
  • Layanan
  • Kumpulan Artikel
  • Hubungi

Layanan

  • Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi BNSP
  • Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi Kemnaker
  • Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi Kemenhub

Daftar & Mulai Pelatihan

Daftar Sekarang

© 2025 HSE SkillUp. All rights reserved.

Privacy Policy | Terms & Conditions | Site Map