HSE-LOGO

Competence for
Sustainable Productivity

  • BERANDA
  • PROFIL KAMI
  • LAYANAN
    • Sertifikasi KEMNAKER RI
      • Ahli K3 Pesawat Angkat & Pesawat Angkut
      • Ahli K3 Pesawat Uap, Bejana Tekanan & Tangki Timbun
      • Ahli K3 Pesawat Tenaga dan Produksi
    • Sertifikasi KEMENHUB
      • Driver Angkutan B3
    • Sertifikasi BNSP
      • Keahlian Penghitungan Nilai Daur Hidup (LCA)
      • Pengambilan Data Penilaian Daur Hidup (LCA)
      • Penanggungjawab Penanggulangan Pencemaran Air (PPPA)
      • Penanggung Jawab Pengolahan Air Limbah (POPAL)
      • Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Udara (PPPU)
      • Pelatihan Penanggung Jawab Operasional Instalasi POIPU
      • MANAJER PENGUMPULAN LIMBAH B3
  • KUMPULAN ARTIKEL
  • HUBUNGI
    • Formulir Pendaftaran

Life Cycle Assessment (LCA): Pengertian, Metodologi, dan Manfaat untuk Keberlanjutan

  • Fajar HSE SKILLUP
  • August 8, 2025

Share

Beranda » BNSP » Life Cycle Assessment (LCA): Pengertian, Metodologi, dan Manfaat untuk Keberlanjutan

Life Cycle Assessment (LCA) adalah metode untuk mengevaluasi dampak lingkungan dari suatu produk atau layanan selama seluruh siklus hidupnya mulai dari ekstraksi bahan baku, proses produksi, distribusi, penggunaan, hingga pembuangan akhir.
Metode ini membantu perusahaan, peneliti, dan pembuat kebijakan membuat keputusan yang lebih berkelanjutan dengan mengukur jejak karbon, penggunaan sumber daya, dan potensi polusi.

Apa Itu Life Cycle Assessment?

Menurut standar ISO 14040, Life Cycle Assessment adalah proses komprehensif untuk mengidentifikasi dan menilai dampak lingkungan dari setiap tahap siklus hidup produk atau jasa.
Tujuan LCA adalah memberikan gambaran menyeluruh sehingga keputusan bisnis dan kebijakan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Perbedaan LCA dengan Environmental Impact Assessment (EIA)

Aspek Life Cycle Assessment (LCA) Environmental Impact Assessment (EIA)
Fokus Seluruh siklus hidup produk/jasa Dampak lingkungan dari proyek tertentu
Standar ISO 14040, ISO 14044 Regulasi pemerintah
Waktu Analisis Sebelum, selama, dan setelah penggunaan produk Sebelum proyek dijalankan
Output Data kuantitatif dampak lingkungan Laporan kelayakan lingkungan

Mengapa Life Cycle Assessment Penting untuk Keberlanjutan

  • Mengurangi Jejak Karbon: Mengidentifikasi tahap produksi dengan emisi tertinggi.

  • Efisiensi Sumber Daya: Menemukan peluang penghematan bahan baku dan energi.

  • Mendukung Circular Economy: Mendorong desain produk yang dapat didaur ulang.

  • Mencapai SDGs: Mendukung target pembangunan berkelanjutan, terutama tujuan 12 (Responsible Consumption and Production) dan 13 (Climate Action).

Standar dan Regulasi Life Cycle Assessment

Standar Internasional (ISO)

  • ISO 14040:2006 – Principles and Framework
    Menyediakan prinsip dan kerangka kerja dasar LCA: definisi tujuan & ruang lingkup, inventori, asesmen dampak, interpretasi.

  • ISO 14044:2006 – Requirements and Guidelines
    Mengatur persyaratan rinci dan pedoman teknis untuk menerapkan fase-fase LCA.

  • Standar aplikasi lanjutan berbasis ISO LCA

    • ISO 14067: Jejak karbon produk (Product Carbon Footprint)

    • ISO 14025: Environmental Product Declarations (EPD)

    • ISO 14064, ISO 14068: Penghitungan GHG dan netralitas karbon

    • ISO 14046: Water footprint berbasis LCA

    • ISO 14001 & ISO 14006: Sistem manajemen lingkungan dan integrasi ecodesign (ISO 14006 bisa memperkuat praktik LCA dalam EMS)

  • Standar tambahan terkait jejak karbon

    • PAS 2050: Spesifikasi untuk menghitung emisi karbon suatu produk/jasa

    • GHG Protocol (Product Standard, Corporate, Scope 3): Standar akuntansi emisi GHG yang mencakup siklus hidup produk

  • Product Category Rules (PCR) dan EPD
    PCR menetapkan aturan khusus bagi kategori produk tertentu untuk memastikan EPD dapat dibandingkan antar produk — penting kalau kamu mengerjakan EPD

Regulasi & Standar di Indonesia

  • BSN (Badan Standardisasi Nasional) telah mengadopsi standar ISO ke dalam SNI:

    • SNI ISO 14040:2016 – Prinsip dan kerangka kerja LCA

    • SNI ISO 14044:2017 – Persyaratan dan panduan LCA

  • Standar ini digunakan oleh regulator (KLHK) sebagai bagian dari penilaian PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan)

  • ISO 14001:2015 memasukkan perspektif LCA saat mengidentifikasi pengendalian operasional dalam EMS; meski tidak mewajibkan LCA, ia mendorong evaluasi berbasis komponen LCA

Kenapa Standar Ini Penting

  • Mencegah greenwashing dengan memastikan metodologi LCA transparan, konsisten, dan dapat diverifikasi oleh pihak eksternal

  • Standar seperti ISO 14040/44 adalah fondasi yang membuat klaim lingkungan “bulletproof” dan bisa dipercaya

  • Standar-standar tambahan (PCR, ISO 14067, GHG Protocol) menambah lapisan praktis dan sektoral agar LCA lebih komparatif dan relevan terhadap tujuan spesifik

Baca juga : Kuasai LCA dalam 3 Hari – Sertifikasi Resmi untuk Tingkatkan Karier Anda!

Metodologi Life Cycle Assessment

Metode LCA biasanya terdiri dari empat tahap utama:

1. Goal and Scope Definition

Menentukan tujuan analisis, ruang lingkup, batas sistem, dan asumsi yang digunakan.

2. Life Cycle Inventory (LCI)

Mengumpulkan data input dan output pada setiap tahap siklus hidup (energi, air, bahan baku, emisi).

3. Life Cycle Impact Assessment (LCIA)

Mengevaluasi dampak lingkungan dari data LCI menggunakan indikator seperti perubahan iklim, eutrofikasi, atau penggunaan lahan.

4. Interpretation

Menganalisis hasil untuk memberikan rekomendasi perbaikan.

Diagram Alur LCA:

Proses cradle-to-grave

Studi Kasus Penerapan LCA

  1. Industri Makanan & Minuman – LCA digunakan untuk membandingkan dampak kemasan plastik vs biodegradable.

  2. Transportasi – Analisis kendaraan listrik vs konvensional untuk melihat total emisi dari produksi hingga akhir masa pakai.

  3. Konstruksi – Evaluasi material bangunan untuk mengurangi jejak karbon proyek.

Pelatihan dan Sertifikasi Life Cycle Assessment

Mengikuti pelatihan dan sertifikasi LCA memberikan keuntungan:

  • Menguasai metodologi sesuai standar ISO.

  • Memahami penggunaan perangkat lunak LCA.

  • Meningkatkan kredibilitas di bidang keberlanjutan.

HSE SkillUp menyediakan program pelatihan LCA bersertifikat resmi untuk profesional lingkungan, industri, dan akademik.

Tantangan dan Masa Depan LCA

  • Hambatan: Biaya tinggi, keterbatasan data, dan kurangnya SDM terlatih.

  • Masa Depan: Integrasi AI untuk analisis data cepat, pemodelan real-time, dan otomatisasi pengumpulan data.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa itu life cycle assessment?
Metode untuk menilai dampak lingkungan produk/jasa sepanjang siklus hidupnya.

2. Apa saja tahap LCA?
Goal & Scope Definition, Life Cycle Inventory, Life Cycle Impact Assessment, Interpretation.

3. Apa perbedaan LCA dengan EIA?
LCA menilai seluruh siklus hidup produk, sedangkan EIA fokus pada dampak proyek tertentu.

4. Apakah LCA diwajibkan di Indonesia?
Belum bersifat wajib secara umum, namun diadopsi pada sektor tertentu.

5. Bagaimana cara mendapatkan sertifikasi LCA?
Mengikuti pelatihan resmi yang mengacu pada standar ISO 14040 dan ISO 14044.

Life Cycle Assessment adalah alat penting untuk menciptakan proses bisnis dan desain produk yang lebih ramah lingkungan. Dengan memahami setiap tahap siklus hidup, kita dapat mengidentifikasi peluang perbaikan, mengurangi dampak negatif, dan mendukung keberlanjutan global.

Tingkatkan kompetensi Anda dalam Life Cycle Assessment bersama HSE SkillUp. Ikuti pelatihan bersertifikat resmi untuk menguasai metodologi LCA sesuai standar internasional.

Daftarkan Diri Anda Sekarang!

Jangan lewatkan kesempatan untuk mengikuti Sertifikasi Life Cycle Assessment (LCA) bersama instruktur berpengalaman dan sertifikat resmi dari BNSP.

Informasi dan Pendaftaran

  • Aini
    📩 aini@hseskillup.com
    📲 Chat Aini via WhatsApp
  • Fajar
    📩 fajar@hseskillup.com
    📲 Chat Fajar via WhatsApp
  • Nurma
    📩 nurma@hseskillup.com
    📲 Chat Nurma via WhatsApp

In-House Training tersedia berdasarkan permintaan. Hubungi kami untuk penawaran khusus perusahaan.

Picture of Fajar HSE SKILLUP

Fajar HSE SKILLUP

Fajar adalah profesional Environment dan K3 yang berpengalaman mengembangkan pelatihan dan sertifikasi berbasis standar nasional. Sebagai Supervisor di HSE SkillUp, ia merancang program yang selaras dengan regulasi Kemnaker, BNSP, SMK3, dan ISO 14001, memastikan setiap pelatihan relevan, aplikatif, dan berdampak bagi industri.
PrevPrevious
NextNext

Recent Posts

7 Perbedaan Sertifikasi Lingkungan vs ISO 14001 untuk Perusahaan

7 Perbedaan Sertifikasi Lingkungan vs ISO 14001 untuk Perusahaan

Baca Selengkapnya
Apa Itu Sertifikasi Lingkungan dan Mengapa Sangat Penting bagi Perusahaan

Apa Itu Sertifikasi Lingkungan dan Mengapa Sangat Penting bagi Perusahaan

Baca Selengkapnya
Incinerator Sampah Dilarang? Ini Peran Pengendali Pencemaran Udara yang Jarang Dibahas

Incinerator Sampah Dilarang? Ini Peran Pengendali Pencemaran Udara yang Jarang Dibahas

Baca Selengkapnya
Hubungan LCA dan Net Zero Emission: Panduan Strategis Menuju Industri Hijau Indonesia

Hubungan LCA dan Net Zero Emission: Panduan Strategis Menuju Industri Hijau Indonesia

Baca Selengkapnya
Life Cycle Assessment (LCA) dalam PROPER: Strategi Kunci Menuju Peringkat Hijau dan Emas sesuai PerBPLH No. 7 Tahun 2025

Life Cycle Assessment (LCA) dalam PROPER: Strategi Kunci Menuju Peringkat Hijau dan Emas sesuai PerBPLH No. 7 Tahun 2025

Baca Selengkapnya
HSE-LOGO

We bring over 2,600 professionals from various industries to our HSE training and certification programs.

Facebook Instagram Linkedin

Menu

  • Beranda
  • Profil Kami
  • Layanan
  • Kumpulan Artikel
  • Hubungi

Layanan

  • Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi BNSP
  • Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi Kemnaker
  • Pelatihan & Sertifikasi Kompetensi Kemenhub

Daftar & Mulai Pelatihan

Daftar Sekarang

© 2025 HSE SkillUp. All rights reserved.

Privacy Policy | Terms & Conditions | Site Map